5 Langkah Mudah Menulis Artikel Ilmiah Bagi Pemula

5 Langkah Mudah Menulis Artikel Ilmiah Bagi Pemula

Dalam dunia perkuliahan selain kegiatan belajar mengajar, civitas akademika mempunyai tanggung jawab untuk menulis artikel ilmiah. Meskipun menulis karya ilmiah adalah hal wajib namun tidak semua dosen dan mahasiswa paham cara penulisannya. Karya ilmiah tidak boleh asal tulis untuk dokumen pribadi.

Ada dua bentuk artikel ilmiah yaitu artikel konseptual dan artikel penelitian. Perbedaan keduanya terletak pada pengangkatan ide. Artikel konseptual dibuat dengan ide penulis, sedangkan artikel penelitian berdasarkan hasil penelitian. Artikel ilmiah berbeda dengan artikel lain karena bersifat sistematis.

Tentukan Tema dan Buat Kerangka Tulisan

Dalam mengawali menulis artikel apapun hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan tema. Penentuan tema menjadi tahap penting agar tulisan terfokus pada satu titik dan tidak melebar ke topik lainnya. Pilihlah tema menarik yang membuat Anda semangat untuk melaksanakan penelitiannya.

Jika tema sudah ditentukan, tindakan selanjutnya adalah membuat kerangka tulisan. Kerangka tulisan bertujuan agar struktur tulisan tertata rapi dan jelas. Sajikan kalimat-kalimat penting secara garis besar dan hal-hal apa yang ingin di tulis. Kumpulkan analisis masalah, teori, fakta, dan susun semuanya secara sistematis.

Mengumpulkan Jurnal Ilmiah Sesuai Tema

Kesalahan yang sering dilakukan oleh banyak orang adalah terburu-buru menulis artikel ilmiah. Langkah lebih tepat yaitu mencari sebanyak mungkin jurnal pendukung. Karena artikel ilmiah adalah artikel sistematis yang ditulis berdasarkan ilmu dan fenomena maka harus di dukung oleh data-data valid pula.

Baca tentang rekomendasi laptop untuk menulis artikel

Kami menyarankan Anda untuk menunda menulis isi artikel terlebih dahulu. Dari jurnal yang terkumpul bacalah dengan teliti dan cermati setiap materi. Memang proses ini terkesan mengulur waktu, tapi dengan membaca banyak referensi tentu memudahkan Anda untuk menyelesaikan penulisan secara cepat dan tepat.

Menulis Isi Secara Sistematis

Paragraf pembuka artikel ilmiah harus menarik agar pembaca mempunyai rasa penasaran. Menulis artikel ilmiah memang harus menggunakan bahasa baku dan resmi, namun Anda harus pandai memilih kalimat-kalimat yang mudah dipahami. Dihimbau untuk tidak menggunakan kata bermakna ambigu.

Artikel ilmiah didasari oleh pemikiran ilmiah. Tulislah analisis masalah, teori, fakta, dan hasil penelitian. Gunakan kalimat-kalimat yang logis untuk menjelaskan setiap hasil peneltian. Di dalamnya harus ditulis sub bab yang sudah diberi nomor. Semua harus ditulis berlandaskan teori dalam penelitian terdahulu.

Buat Abstrak Singkat Tapi Padat

Pembuatan abstraksi untuk artikel ilmiah haruslah singkat, padat, dan berisi. Dari abstrak yang singkat ini harus mampu mencakup seluruh bagian artikel. Abstrak harus mampu memperlihatkan latar belakang, rumusan masalah dan tujuan penelitian, metode penelitian, hasil penelitian, dan kesimpulan artikel.

Abstrak ideal adalah berisi 150-250 kata yang memuat seluruh poin inti artikel ilmiah. Abstrak disusun menggunakan bahasa akademis yang formal. Dalam artikel ilmiah biasanya disertakan 2 versi abstrak yaitu abstrak Bahasa Indonesia dan versi Bahasa Inggris.

Melakukan Pengecekan Ulang (Penyuntingan)

Setelah proses menyusun semua bagian artikel ilmiah, tahap terakhir adalah proses pengecekan ulang. Proses ini wajib dilakukan. Baca ulang secara perlahan artikel yang sudah Anda susun. Dengan membaca ulang artikel hal tersebut berguna untuk meminimalisir kesalahan yang terjadi. Bisa berupa kesalahan pengetikan atau kesalahan penulisan data.

Penyuntingan juga berfungsi untuk mendapatkan tulisan yang bagus dan layak disebar luaskan. Karena artikel ilmiah merupakan karya tulis sistematis yang berlandaskan ilmu pengetahuan, setiap tulisan yang terkandung didalamnya harus bisa dipertanggung jawabkan. 5 langkah mudah menulis artikel ilmiah bisa Anda pelajari untuk membuat artikel yang berkualitas dan terstruktur.

Others